SEKILAS INFO
  • 3 tahun yang lalu / Membangun Ukuwah Untuk Meñdulang Barokah
WAKTU :

Talk Show Interaktif – Membuka Rahasia Dapur Managemen Keuangan Masjid Jogokaryan

Terbit 22 September 2021 | Oleh : admin | Kategori : Berita
Talk Show Interaktif - Membuka Rahasia Dapur Managemen Keuangan Masjid Jogokaryan

Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Talk Show di Masjid Al Haq Rungkut Permai – Rungkut Mapan Barat, Surabaya, pada hari Sabtu, 18 September 2021 mulai pukul 19.15 sampai 22.15 WIB. Pada Talk Show ini, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Haq mengundang Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP, Ketua Majelis Syuro Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung dengan protocol Kesehatan yang ketat.

Talk Show dilakukan secara offline di dalam ruang utama Masjid Al Haq dan disiarkan secara online melalui media Zoom. Talk Show offline dihadiri khusus untuk pengurus DKM Al Haq, sedangkan para jamaah menyaksikan secara live melalui online Zoom. Acara di mulai tepat waktu pada jam 19:15 WIB yang di buka oleh Ustadz Azhar sebagai Wakil Ketua DKM Al Haq dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Takmir Masjid Al Haq, Ustadz Hariri. Kemudian dilanjutkan sesi sharing selama  2 jam oleh Ustadz H. Muhammad Jazir yang menceritakan pengalaman beliau sebagai pelaku manajemen Masjid yang sukses di Jogokariyan.

Pada awalnya, Ketika Ustadz Jazir diamanahi untuk mengelola Masjid Jogokariyan, yang pertama terpikirkan adalah bagaimana untuk memandirikan jamaahnya. Dengan jamaah yang mandiri nanti diharapkan bisa memandirikan Masjid. Ini dimulai dengan memetakan potensi jamaah di sekitar Masjid. Ketika semua potensi jamaah bisa terlihat, kemudian dibuat program yang dapat menopang keuangan Masjid seperti membuat BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) misalnya membangun penginapan di lantai atas Masjid untuk yang ingin belajar dari jauh dan datang ke Jogokariyan.

Ide awalnya adalah bagaimana menjadikan Masjid sebagai sumber kemakmuran. Sepatutnya menghormati dan menghargai Imam, Takmir dan pegawai Masjid dengan hal yang pantas yang lebih realitis. Untuk itu, Masjid Jogokariyan membuat program merekrut Iman dengan gaji 10 juta rupiah per bulan. Pada saat itu ada 1300 orang yang mendaftar ingin menjadi Imam. Masjid Jogokariyan kemudian meluruskan pengelolaan Masjid dengan manajemen yang professional. Memilah antara pengurus (relawan) dan karyawan (digaji yang pantas – diatas UMR). Hingga saat ini jumlah karyawan tetap ada 21 orang dengan 29 biro. Dengan demikian Masjid menjadi berkah karena menampung karyawan. Gajinya sudah diatas UMR yang dicover dari penghasilan BUMM.

Program lainnya adalah berangkat dari ide Masjid adalah tempat perlindungan rakyat. Contoh programnya adalah pada saat terjadi pandemic, Masjid Jogokariyan telah memberikan bantuan dengan memproduksi masker, hazmat, dan cairan disinfektan yang selanjutnya dibagikan kepada jamaah dan Masjid-Masjid di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, untuk menjawab tantangan dimasa pandemi kali ini, Masjid Jogokariyan mendapat data para pedagang yang terdampak. Kemudian dibuatlah program Pasar Rakyat, dimana Masjid Jogokariyan membina UMKM dan menciptakan pasarnya. Jamaah yang sholat subuh diberi uang belanja dan belanja ke pedagang yang terdampak. Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi UMKM .

Ustadz Jazir menegaskan bahwa Masjid adalah solusi jika dikelola dengan baik. Manajemen keuangan Masjid dipandang perlu untuk menguatkan perekonomian Masjid. Sehingga Masjid tidak hanya menjadi tempat ritual keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat menajemen perekonomian bagi jamaah. Selain itu, Masjid juga bisa hadir dalam sektor sosial dan pendidikan. Sehingga keberadaan Masjid benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian, ketika masyarakat merasa dimakmurkan oleh Masjid, secara tidak langsung masyarakat juga akan memakmurkan Masjid”, tutur Ustadz Jazir.

Lebih jauh, Ustadz Jazir menjelaskan, kota Surabaya sebagai kota industri terbesar setelah Ibu kota Jakarta sangat berpotensi dalam pengembangan kemandirian ekonomi Masjid. Apalagi, dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, itu sangat mendukung terhadap peningkatan kemakmuran Masjid. “Saya kira Surabaya ini sangat berpotensi sekali ketimbang di Yogyakarta”, jelasnya.

Acara yang berlangsung selama  3 jam ini insya Allah membawa manfaat bagi pengurus dan jamaah Masjid Al Haq kedepannya. Jazakumullah khairan kepada semua pengurus dan panitia yang telah mengusahakan hingga terlaksananya acara ini dengan baik.

Video Talk Show Interaktif Bersama Ustadz Jazir bisa dilihat di AL HAQ TV berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=X7bhXkPAPgI&t=3s

SebelumnyaKajian Selasa Subuh – 21 Sept 2021 SesudahnyaMENELADANI NABI DALAM MEMAKMURKAN MASJID | PROF. ALI AZIZ

Berita Lainnya

0 Komentar